RSS

Perencanaan Kelurahan Ngampilan dengan Konsep Kampung Hijau (Abstraksi)

Kampung kota adalah permukiman perkotaan yang muncul secara informal tanpa adanya perencanaan yang baik. Hal ini mengakibatkan terjadinya berbagai permasalahan, baik permasalahan fisik keruangan maupun lingkungan. Padahal kampung kota memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi penduduk perkotaan. Salah satu kampung kota di Yogyakarta adalah Kelurahan Ngampilan. Permasalahan fisik keruangan yang muncul di Kelurahan Ngampilan adalah kurangnya ruang aktivitas masyarakat akibat tingginya kepadatan bangunan, tidak terjangkaunya pusat-pusat kegiatan, kurangnya lahan parkir dan kurangnya jalur pedestrian yang baik. Sedangkan permasalahan lingkungan yang muncul adalah kurangnya ruang terbuka hijau, kualitas air tanah menurun, limbah rumah tangga tidak terkontrol dan pengolahan sampah yang tidak tersistem.

Konsep kampung hijau merupakan Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Agustus 2017 in Skripsi

 

Celaka kita!

“Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah ta’ala yang telah memberikan nikmatnya sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik………………………………………………………….”

Kita pasti pernah menuliskan perkataan itu, right?

Sore ini saya sempatkan sebentar mampir ke Perpustakaan Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan (JUTAP) UGM. Saya ambil beberapa tugas akhir milik kakak angkatan, lalu saya buka halaman ke” ii”. Ketika kita membaca, maka tidak akan kita dapatkan kata-kata lain dalam kata pengantar kecuali diawali dengan ucapan “Alhamdulillah”, atau “Segala puji bagi Allah”, atau yang semisalnya. Allahu Akbar! Ini adalah kalimat yang sangat mulia. Pujian bagi Allah hakikatnya adalah bagian dari mentauhidkan Allah.

Manusia dengan berbagai macam sifat dan karakternya, dengan berbagai macam amal dan akhlaknya, pada saat itu memuji Allah ta’ala, Rabb yang memberikan nikmat-nikmatnya sehingga apa yang kita inginkan dapat terwujud, hingga membuat hati bahagia, berbunga-bunga karena begitu senangnya.

Namun…… Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Juni 2015 in Kuliah

 

Pembantu yang Kaya Raya

Ahmad Muhaimin Alfarisy

Woman Counting Money. Image shot 2008. Exact date unknown.Well, dua hari yang lalu saya bersama ibu datang bertamu menuju sebuah rumah super mewah yang berada di belakang komplek. Ibu hanya sekedar menemani saya ketika itu, yang memang punya sedikit kepentingan untuk mengurus berkas. ‘alaa kulli hal, Ibu RT yang ingin saya temui sedang tidak di rumah. Kerja ianya. Setidaknya itu kata pembantunya. Satu-satunya penghuni rumah mewah itu yang ada pagi itu. Kami pun berjanji untuk datang lagi malam hari, dan Alhamdulillah… selepas magrib beliau ada.

Wajahnya kelelahan, mungkin karena baru pulang. Tampil modis ala wanita karir yang necis. Kulit mukanya bening, dengan alis yang agaknya telah ditebang lalu dilukis sesuka hati. Tebal, karena goresan pensil warna mirip punya Shofie –keponakan saya0. Ohya, wajahnya memang sangat kelelahan. Ia mengeluh letih pada ibu saya. Baru pulang dari kantor katanya.

Di belakangnya, ada sang pembantu yang kami temui tadi pagi.

Saya tersenyum…..

—————————

Begitulah dunia. Ia memperbudak kita tanpa kita sadari…

Lihat pos aslinya 663 kata lagi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2015 in Kuliah

 

Relevansi Etika Islam dalam Perencanaan dan Pembangunan Kota

tata ruangIslam dan kota akhir-akhir ini mulai kembali digembor-gemborkan oleh beberapa pemerhati arsitektur Islam sebagai salah satu konsep yang seharusnya menjadi perhatian negara-negara dengan penduduk muslim terbanyak. Saputra (2014) mengatakan dalam situs resminya http://www.andikasaputra.net, bahwa Islam seharusnya bukan saja sebagai agama kepercayaan, akan tetapi harus menjadi sebuah sistem nilai kehidupan yang tercermin dalam setiap diri tindakan penganutnya. Mungkin muncul pertanyaan di benak kita, “memangnya Islam juga mengajarkan cara menata kota?” Pertanyaan yang menggelitik. Mungkin sebagian kita merasa tersentil, atau bahkan terkejut. “Oh iya ya? Padahal Islam adalah agama sempurna yang mengatur semua kehidupan manusia”.

Dalam ilmu perencanaan kota, salah satu mata kuliah yang menarik untuk dikaitkan dengan Islam adalah ‘Etika Perencanaan’. Etika dalam perencanaan adalah sistem nilai yang melandasi setiap aktivitas kita dalam merencanakan kota. Lantas, bagaimana etika Islam dalam perencanaan kota? Adakah relevansinya?

Sempurnanya Islam

Berbicara etika Islam tentu saja berbicara tentang Al-Qur’an dan As-sunnah yang shahih sebagai sumber hukum dan pedoman. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wassalam pernah mengatakan dalam haditsnya:

Aku telah wariskan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah(AL-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya”

(HR. Al-Hakim)

Islam adalah agama sempurna dan bukan hanya sekedar agama kepercayaan yang bertengger di KTP, atau buku nikah. Islam juga bukan sekedar ritual ibadah ketika ada kematian, naik rumah, atau hajatan tertentu sebagaimana yang diyakini sebagian muslim. Lebih dari itu semua bahwa Islam mengajarkan tentang sistem nilai kehidupan manusia, mulai dari nilai terbesar yaitu tauhid (baca : mengesakan Allah) hingga nilai-nilai kecil yang kita bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya, seperti membuang hajat, adab makan, minum, dan lain lain.

Islam sejatinya telah mengajarkan semuanya, namun akal dan pengetahuan kita lah yang terbatas sehingga tidak bisa menangkap maksud syari’at.

Memahami Etika Islam dalam Perencanaan dan Pembangunan Kota

Untuk memahami keterkaitan Islam dalam perencanaan kota tentu harus memiliki kajian ilmiah khusus yang mendalam karena menyandarkan pembahasan pada Islam sebagai agama sempurna yang Allah ajarkan melalui Rasul-Nya shallallahu ‘alayhi wassalam adalah sangat penting . Memang benar di dalam Al-Quran dan Hadits nabi tidak ada yang berbicara khusus terkait dengan ilmu perencanaan kota, karena ilmu perencanaan kota adalah ilmu dunia, dan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wassalam pun pernah berkata dalam haditsnya

…kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.”

(HR. Muslim)

Ilmu dunia adalah suatu yang nyata adanya dalam kehidupan. Ilmu kedunian merupakan suatu hal yang diperlukan untuk menjalani hidup karena manusia membutuhkan dunia dan hidup didalamnya. Oleh karena itulah ilmu dunia merupakan suatu hal yang tidak bisa diingkari, terlebih lagi karena Islam adalah agama yang nyata dan tidak mengingkari adanya realita. Namun sekali lagi ditekankan bahwa manfaat dari ilmu dunia bukan lah sama sekali tidak ada, namun manfaat yang ada pada ilmu dunia adalah manfaat yang bersifat terbatas. Batasan tersebut adalah membantu manusia untuk melaksanakan keta’atan kepada Allah sehingga menjadikan ilmu tersebut memberikan kemanfaatan dan kebaikan. Begitupun dengan perencanaan kota. Kota adalah tempat dimana masyarakat beribadah dan mencari rezeki Allah. Kerusakan yang terjadi di dalam kota tentu akan mempengaruhi manusia sebagai penghuninya. Bagaiamana Islam melihat permasalahan ini?

Untuk melihat relevansi etika Islam dalam perencanaan dan pembangunan kota, setidaknya ada 2 poin penting bahasan yang dapat dibahas, yakni;

  1. Relevansi etika Islam terhadap stakeholders dalam perencanaan kota
  2. Relevansi etika Islam terhadap substansi perencanaan kota

Relevansi etika Islam terhadap stakeholders dalam perencanaan kota (1)

Salah satu elemen penting dalam perencanaan kota adalah stakeholders. Stakeholders adalah mereka yang tinggal di dalam kota, pihak yang merencanakan, mengontrol, dan mengevaluasi, dan terkait dengan semua proses perencanaan kota. Target dari perencanaan kota pun pada akhirnya ditujukan untuk stakeholders itu sendiri sebagimana yang disebutkan dalam UU nomor 26 tahun 2007.

Islam merupakan agama yang mengajarkan akhlak yang begitu sempurna mulai dari kejujuran, tidak egois, kedisplinan, patuh kepada pemimpin, patuh kepada semua peraturan pemerintah yang tidak bertentangan dengan agama, dan masih banyak lagi. Etika Islam mengajarkan untuk menggantungkan keinginan terbesarnya kepada akhirat sehingga setiap stakeholders dalam kota selalu mengambil celah agar setiap tindakannya mendapatkan pahala dari Allah ta’ala.

Mereka yang berperan sebagai perencana kota akan melakukan perencanaan yang sebaik-baiknya yang dapat mengguntungkan manusia, dan berusaha menghindari sekelumit permasalahan yang diprediksikan akan terjadi. Tidak ada sedikit pun keinginan untuk menindas sebagian stakeholders karena Islam mengajarkan tentang keadilan, pun terhadap keadilan ruang.

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

(QS. An Nahl: 90)

Tidak ada sedikitpun keinginan untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari proyek yang diberikan dengan mengguntungkan beberapa pihak yang bertentangan dengan UU (undang-undang) sebagai sumber hukum yang dijadikan rujukan dalam perencanaan kota, karena Islam mengajarkan kejujuran.

Sesungguhnya Kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke syurga dan sesungguhnya seseorang selalu berbuat jujur sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada Kejahatan dan sesungguhnya Kejahatan itu menunjukkan kepada neraka dan sesungguhnya seseorang  yang selalu berdusta maka dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang pendusta.

(Muttafaq alaih)

Mereka yang berperan sebagai pengambil kebijakan dan pelaksanan kebijakan (pemerintah) akan melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya, tidak sedikitpun memanfaatkan jabatan dengan cara-cara yang batil, karena Islam mengajarkan untuk amanah dalam setiap akivitas yang diperbuat, pun kepada pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang dia pimpin.

Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Mereka yang berperan sebagai masyarakat akan patuh kepada semua peraturan yang di buat oleh pemerintah. Ketika pemerintah melarang demikian maka masyarakat pun patuh selama bukan dalam perintah kemaksiatan.

“Kamu harus tetap mendengar dan taat kepada pemimpin itu, walaupun punggungmu harus dipukul dan hartamu diambil. Tetaplah mendengar dan taat.”

(HR. Muslim dalam Kitab al-Imarah)

Demikianlah, Islam mengajarkan pribadi setiap manusia dalam setiap seluk beluk kehidupan. Apabila etika Islam dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam perencanaan kota, maka kota yang terbentuk pun akan menjadi ‘sebaik-baiknya’ kota. Karena pada hakikatnya pun kota dinilai dari bagaimana sikap dan tingkah laku masyarakat yang hidup didalamnya.

Relevansi etika Islam terhadap substansi perencanaan kota (2)

Untuk memahami etika Islam terhadap substansi perencanaan kota tentu harus menggunakan pemahaman yang mendalam, dan juga harus dapat dibuktikan dengan penelitian, karena Islam tidak terlalu membahas detail terkait dengan penataan ruang. Islam tidak pernah mengajarkan tentang teori urban design, atau teori elemen kota, teori garden cities, teori transportasi, dan lain sebagainya, namun Islam mengajarkan tentang ‘role map kehidupan’ atau kaidah-kaidah umum yang dapat kita hubungkan dengan Islam.

Dalam lingkup yang lebih kecil misalnya, Islam mengajarkan wanita muslimah untuk menutup auratnya, sebagaimana firman Allah:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(Qs. Al-Ahzaab: 59)

Ayat diatas dapat dijadikan sebagai landasan dalam mendesain rumah dengan sirkulasi udara yang tetap baik namun tetap aman dari pandangan laki-laki ajnabi (baca : asing) atau bukan mahrom Karena wanita memiliki aurat yang harus di jaga. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wassalam juga pernah bersabda,

“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.”

(Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1173)

Inilah hukum yang telah ditetapkan oleh Islam. Sehingga kita yang telah meyakini bahwa Islam merupakan sesempurnanya agama harus menggunakan etika Islam dalam setiap perencanaan kota.

Sebagian pemerhati arsitektur Islam kurang tepat memahami perencanaan kota menggunakan etika Islam. Mereka hanya berfokus pada penampilan fisik saja namun tidak mengetahui bagaiamana hakikat atau makna yang seharusnya dimunculkan. Tidak cukup hanya dengan membangun masjid kemudian dikatakan sebagai perencanaan kota Islam. Namun harus ada nilai-nilai yang dimunculkan, karena Islam bukan hanya sebatas simbol-simbol tertentu dalam kota

Dalam lingkup yang lebih besar, yaitu skala kota, etika Islam belum bisa untuk penulis gali lebih dalam karena kurangnya khasanah keilmuan dalam ilmu Islam dan ilmu perencanaan kota yang luas.

Akan tetapi ini menjadi awal untuk mulai memahami dan selalu mengkaitkan antara perencanaan kota dengan etika Islam yang seharusnya menjadi perhatian perencana yang mengaku sebagai seorang muslim. Ilmu perencanaan kota memang merupakan ilmu yang sangat penting, namun yang jauh lebih penting tentunya adalah ilmu Islam yang telah Allah ajarkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Membangun pondasi tentu lebih penting dari pada membangun dinding, atau atap. Begitulah ilmu Islam berperan sebagai pondasi setiap muslim agar kita mengetahui ke arah mana perencanaan kota seharusnya diarahkan agar mendapatkan ridho dari Allah ta’ala.

~Dikumpulkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Perencanaan, 30 Desember 2014~

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Januari 2015 in Islam Umum

 

Untuk Mu Duhai Sahabat, yang sedang gundah gulana

10970_1485077345095412_3205412342237103865_nYa Allah, gantikanlah kepedihan in dengan kesenangan, jadikan kesedihan ini awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menetramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemanangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu, bimbinglah sesatnya perjalanan ini kearah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu.

Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu

Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua. Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kamu bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong

Sumber : Mahasiswa Muslim Gadjah Mada (fanspage)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 November 2014 in Islam Umum

 

Obat terbaik..

jiwaDokter : Mas, Mohon maaf kami katakan, bahwa kaki anda harus segera diamputasi apabila anda ingin selamat dari penyakit lainnya

Pasien : Apakah anda yakin hal tersebut dapat menghilangkan penyakit saya dok?

Dokter ; Ya, untuk kebaikan anda maka dengarkan lah nasihat saya ini

Pasien : Baik, saya percaya kepada dokter, karena dokter adalah dokter spesialis, pun juga dokter pribadi Presiden.

….(dokter mengambil surat persetujuan)..

Dokter : silahkan tanda tangan disini

Pasien : wovnrugnvnworiewgwvnc biavoihvncx (Bunyi pena..)

Sahabat, mungkin ada yang bertanya kepada pasien. Kenapa anda rela menerima keputusan dokter dan pasrah begitu saja? Ini adalah fenomena yang sering kita lihat dilingkungan sekitar kita.

Namun yang perlu kita renungkan adalah, mengapa banyak diantara kita yang sulit menerima keputusan Allah? Masih banyak diantara kita yang berontak dengan hukum Allah

Allah berfirman,

إِنَّمَآ إِلَٰهُكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ وَسِعَ كُلَّ شَيۡءٍ عِلۡمٗا ٩٨

Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu” (Toha : 98)

Dan Allah juga berfirman,

۞وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلۡغَيۡبِ لَا يَعۡلَمُهَآ إِلَّا هُوَۚ وَيَعۡلَمُ مَا فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِۚ وَمَا تَسۡقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعۡلَمُهَا وَلَا حَبَّةٖ فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡأَرۡضِ وَلَا رَطۡبٖ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ ٥٩

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) (Al-An’am : 59)

Mengapa, Banyak orang yang percaya dengan ilmu manusia seperti dokter di atas namun ragu-ragu dengan ilmu Allah?

Allah juga berfirman,

أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ ١٤

Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui (Al-Mulk : 14)

Sahabata, Allah lebih mengetahui tentang kita, tentang masa depan kita, bagaimana membuat kita bahagia, dan kunci ketenangan dan ketentraman hati kita.

“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui”

Sahabat, manusia tidak bisa mengahui apa yang terbaik bagi dirinya kecuali kembali kepada Allah. Bukankah diantara kita banyak yang berasa baik-baik saja hari ini padahal dalam tubuhnya sudah terdapat kanker stadium 2? Dia tidak tau apa yang terjadi dalam dirinya, begitupun dengan jiwanya, hatinya, dan kunci kebahagian hidup nya.

“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui”

Sabahat, Ketika Allah menurunkan perintah dan larangan maka itu untuk kebaikan kita sendiri

Allah berfirman,

وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡخَبَٰٓ ١٥٧

Nabi menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (Al-A’raf : 107)

Artinya, Allah yang lebih mengetahui ketika mengharamkan riba, itu karena Allah tau riba dapat merusak diri kita, istri kita, anak kita, dan keluarga kita. Ketika Allah mengharamkan zina itu karena Allah tau bahwa zina akan menghancurkan diri kita, keluarga kita. Ketika Allah menghramkan minuman keras, karena Allah tau hal itu dapat merusak manusia. Ketika Allah memerintahkan kita menutup Aurat, itu Karena Allah tau budaya buka-bukaan dapat merusak umat manusia.

“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui”

Allah akan jelaskan, tapi mungkin tidak secara langsung, Allah akan menjelaskan hikmahnya tapi mungkin tidak secara terang-terangan.

Seseorang yang membantah perintah Allah, ibarat anak kecil yang sedang bermain dengan pisau lalu ibunya melarang anaknya, lalu anak tersebut menangis

Kenapa ibunya melarang? Kenapa Anak tersebut menangis? Kita pasti tau jawabannya.

Ketika ibu tersebut melarang anaknya bukan berarti dia ingin mencelakakan anaknya, memenjarakannya, bukan pula memutuskan kebahagian anak, namun karena ibu tau bahwa hal itu dapat mencelakan anak,

Lalu kenapa anaknya nangis? Karena anak tersebut tidak tau bahwa itu dapat mencelakakn dirinya sendiri

Allah berfirman,

إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا ٧٢

Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (Al-Ahzab : 72)

Manusia itu bermaksiat namun mereka tidak tau dampak kedzolimannya, manusia melakukan kemungkaran namun tidak tau dampak dari kemungkaran, dia tertawa hari ini, dia mungkin mencemooh kebenaran hari ini, tapi dia tidak tau dampak atau efek negetif yang menghantui dia saat dia melakukan kemungkaran itu. Karena manusia itu zalim dan amat bodoh.

Wallahu ‘alam bishowab

Faedah Kajian Ustad Muhammad Nuzul Dzikriy Lc

________________

Wisma Darus Sholihin, Senin 10 Nov 2014, 11.06

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 November 2014 in Kuliah

 

Jangan Sombong dan ‘Ujub Wahai Jiwa… Engkau ini Belumlah “Apa-Apa”

"Photo:

Hei kamu.. iya kamu, yang bernama jiwa manusia…
Kamu merasa sudah lama mengaji, banyak ilmu yang dikuasai, berasa otak cerdas sekali…
berduyun-duyun orang bertanya padamu sana-sini…
Lalu kamu ingin memuji diri?

Hei, fiqh perbandingan madzaahib apa sudah semuanya kau kuasai? Atau kau merasa ilmumu sepantaran Imam Al-Bukhari dan An-Nawawi? Hingga kamu merasa pintar sendiri? Kemudian kau membuat orang merasa bodoh dengan sikapmu yang “sok tinggi”.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Oktober 2014 in Islam Umum