RSS

Konsolidasi Lahan (Manajeman Lahan Kota)

13 Nov

lahanApa itu Konsolidasi Tanah?

Konsolidasi tanah merupakan salah satu kegiatan penataan ruang yang mengedepankan aspek bentuk, letak, aksesibilitas, dan optimalisasi keuntungan untuk masyarakat. Perkembangan tanah yang terjadi pada masyarakat terkadang menimbulkan masalah yang begitu pelik, akan tetapi banyak masyarakat yang tidak mengetahui masalah tersebut akibat terbiasa dengan keadaan lingkungannya. Kepasrahan masyarakat inilah yang mengakibatkan nilai suatu lahan sulit untuk bertambah, dan berbagai masalah lain yang tidak disadari. Sebagaimana yang disebutkan dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 1991 tentang Konsolidasi Tanah, “Konsolidasi tanah adalah kebijaksanaan pertanahan mengenai penataan kembali penguasaan dan penggunaan serta usaha pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan, untuk peningkatan kualitas lingkungan dan pemeliharaan sumber daya alam dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.” ( Pasal 1 angka 1 ). Maka dari itu, secara umum konsolidasi tanah adalah menjadikan masyarakat sebagai subjek dalam perencanaan, bukan lagi sebagai objek seperti kebanyakan perencanaan saat ini. Melalui konsolidasi tanah, diharapkan dapat meningkatkan nilai suatu tanah sehingga keuntungannya pun kembali kepada masyarakat.

Apa beda Konsolidasi tanah dengan pembebasan lahan?

Kelebihan yang dimiliki konsolidasi tanah adalah, masyarakat pemilik tanah tidak akan dipindahkan ke lokasi lainnya, karena masyarakat yang memiliki tanah akan menempati kembali tanahnya. Berbeda dengan pembebasan lahan yang sering dilakukan oleh pengembang-pengembang, yaitu dengan cara membeli tanah masyarakat dan membangun kembali. Sehingga pemilik tanah tersingkir dari tanahnya.

Pentingkah konsolidasi tanah ?

Saya rasa sangat penting, sebagaimana yang disebutkan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional RI (BPNRI), Sri Maharani dalam acara Sosialisasi Penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Daerah (RP4D) di lima wilayah administrasi dan kabupaten, di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (4/10) dalam kutipan berita Jurnas.com, “KONSOLIDASI tanah dianggap mekanisme yang paling strategis untuk menata kawasan kumuh. Dengan konsolidasi tanah, pemilik tanah tidak harus pindah ke tempat lain karena masih memiliki tanah di lokasi tersebut. “Ini bukan pelepasan hak, tapi untuk bisa mendapatkan kembali. Penataan Kawasan kumuh paling strategis melalui konsolidasi tanah,”

Pertanyaan menggelitik yang kerap ditanyakan adalah ; Kenapa harus dilakukan konsolidasi tanah? Bukankah masyarakat tidak protes dengan keadaan lingkungannya? Jika dilihat dari kacamata individu, konsolidasi tanah mungkin akan dianggap sia-sia dan menghabiskan waktu saja, akan tetapi jika menggunakan kacamata masyarakat sosial, konsolidasi menjadi suatu yang penting demi terwujudnya menataan ruang yang lebih baik, dan keuntungan ekonomi yang lebih optimal.

Prinsip Dasar Konsolidasi Tanah?

Prinsip dasar pelaksanaan Konsolidasi Tanah adalah penataan kembali bentuk, luas dan letak, penguasaan, pemilikan, dan penggunaan tanah, sehingga tertata apik dan teratur dilengkapi sarana prasarana dan semua kapling menghadap jalan.

Bagaimana Konsep Konsolidasi tanah?

Konsolidasi tanah merupakan kegiatan pentaan yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Masyrakat akan menyumbangkan sebagian tanahnya untuk dibangun Fasilitas Umum dan Fasilitas sosial, seperti jalan, drainase, sanitasi, parit, dan sebagainya. Lahan yang dimiliki oleh masyarakat memang akan berkurang, akan tetapi nilai lebih yang didapatkan dengan konsolidasi tanah akan lebih besar.

Keuntungan bagi masyarakat?

Beberapa keuntungan konsolidasi tanah adalah;

  1. Rakyat tidak tergusur, tetapi ikut menikmati hasil pembangunan.
  2. Tersedianya fasilitas umum, jalan, dan drainase yang baik.
  3. Nilai tanah naik.
  4. Lingkungan tertata.
  5. Masyarakat memiliki sertipikat.

Bagaimana Keuntungan Pemerintah?

Keterbatasan dana APBN/APBD dalam penyediaan tanah untuk jalan, fasilitas umum dan fasilitas sosial dapat dihemat. Karena masyarakat secara sukarela menyerahkan sebagian tanahnya untuk kepentingan tersebut yang menjadi sumbangan dalam pembangunan.

Prosedur Pelaksanaan Konsolidasi tanah?

Sesuai dengan tujuannya untuk mencapai pemanfaatan tanah secara optimal melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas penggunaan tanah, prioritas wilayah yang perlu dikonsolidasi adalah:

a. Wilayah yang masih terbatas infrastruktur lingkungannya.

b. Wilayah permukiman yang akan tumbuh pesat dan diperkirakan akan berkembang secara alami, sehingga dikhawatirkan menjadi permukiman kumuh apabila tidak ditata.

c. Wilayah yang sudah mulai tumbuh dan direncanakan menjadi daerah permukiman.

d. Wilayah yang direncanakan menjadi kota baru, permukiman baru.

e. Wilayah permukiman kumuh.

f. Wilayah yang relatif kosong, sedikit bangunan di bagian pinggiran kota yang diperkirakan akan berkembang sebagai daerah permukiman.

g. Daerah bekas konflik.

h. Daerah yang direncanakan ada pembangunan/pembuatan jalan (jalan raya/jalan lingkar).

i. Wilayah pertanian yang akan dikembangkan menjadi sentra produksi pertanian.

j. Wilayah pertanian yang minim dengan infrastruktur pendukungnya.

k. Wilayah yang potensial dapat memperoleh pengairan tetapi belum tersedia jaringan irigasi.

l. Wilayah yang jaringan irigasinya telah tersedia tetapi pemanfaatannya belum merata.

m. Wilayah yang pengairan cukup baik namun masih perlu ditunjang oleh pengadaan jaringan jalan yang memadai.

Secara sederhana, konsolidasi tanah digambarkan sebagai berikut

 Sebelum konsolidasisebelum kosolidasi

 sumber : dokumen Konsolidasi BPN

 Setelah konsolidasi

Setelah Konsolidasi

 Sumber : Dokumen Konsolidasi BPN

 Tanah untuk kepentingan pembangunan berupa jalan, fasilitas umum dan fasilitas sosial diperoleh dari sumbangan peserta konsolidasi tanah dalam bentuk Sumbangan Tanah untuk Pembangunan (STUP) yang besarnya disepakati bersama dengan jalan musyawarah. Ilustrasi Sumbangan Tanah untuk Pembangunan (STUP) sebagai berikut:

 konsep sumbangan konsolidasi tanah

llustrasi sumbangan

 Berikut disampaikan contoh menghitung besarnya Sumbangan Tanah untuk Pembangunan (STUP) dalam suatu kawasan.

menetukan STUP

sebelum konsolidasi

Misalnya dalam musyawarah antara peserta KT disepakati bahwa Sumbangan Tanah Untuk Pembangunan (STUP) adalah 30%, maka Perhitungan STUP nya adalah:

proses penghitungan STUPSehingga penghitungan STUP nya adalah

penghitungan stup

Tahapan Konsolidasi Tanah ?

Adapun tahapan-tahapan pelaksanaan konsolidasi tanah adalah:

a. Pemilihan lokasi.

b. Penyuluhan.

c. Penjajagan kesepakatan.

d. Penetapan lokasi konsolidasi tanah.

e. Identifikasi subjek dan objek.

f. Pengukuran dan pemetaan keliling, rincikan, pengukuran topografi dan pemetaan

penggunaan tanah.

g. Pembuatan blok plan/pra desain tata ruang.

h. Pembuatan desain taat ruang.

i. Musyawarah penataan/penetapan kaveling baru.

j. Penyerahan sementara hak Atas Tanah oleh para peserta untuk dapat ditata.

k. Penegasan tanah sebagai objek konsolidasi tanah.

l. Realokasi desain konsolidasi tanah ke lapangan.

m. Konstruksi/pembentukan badan jalan, dan lain-lain.

n. Redistribusi/penerbitan SK Pemberian hak.

o. Sertipikasi.

Pembiayaan ?

Bagaimana dengan pembiayaan konsolidasi tanah? Sumber pembiayaan konsolidasi tanah

meliputi dua hal, yaitu:

a. Swadaya, yaitu pembiayaan ditanggung para peserta KT melalui sumbangan berupa

tanah (STUP) dan atau berupa uang maupun bentuk-bentuk sumbangan lainnya.

Bagian tanah ini disebut Tanah Pengganti Biaya Pelaksanaan (TPBP) atau Cost

Equivalent Land (CEL) yang akan dipergunakan untuk pembangunan prasarana

jalan dan fasilitas umum lainnya dan pembiayaan KT. TPBP dapat diserahkan

penggunaannya kepada peserta yang memiliki persil tanah terlalu kecil atau pihak

lain dengan pembayaran kompensasi berupa uang atau bentuk lain yang jumlahnya

disetujui oleh para peserta konsolidasi tanah.

b. Pembiayaan dari APBN atau APBD.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan sebagai sebagai berikut.

1. Pembangunan di segala bidang membutuhkan tanah sebagai media. Namun, seringkali rencana pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat justru mengalami kendala pada penyediaan lahannya.

2. Konsolidasi Tanah merupakan alternatif strategis yang ditawarkan dalam penyediaan tanah untuk pembangunan.

3. Penataan dengan konsolidasi tanah memberikan manfaat besar pada masyarakat, antara lain: rakyat tidak tergusur tetapi ikut menikmati hasil pembangunan, tersedianya fasilitas umum, jalan, dan drainase yang baik, nilai tanah naik, lingkungan tertata, dan masyarakat memiliki sertipikat.

4. Penyediaan lahan untuk pembangunan yang menjadi masalah dalam pelaksanaan pembangunan teratasi dengan dilaksanakannya konsolidasi melalui instrumen Sumbangan Tanah untuk Pembangunan (STUP) yang telah disepakati bersama untuk penyediaan jalan, taman, fasilitas umum, dan fasilitas sosial lainnya. Sehingga anggaran pemerintah dapat dihemat.

5. Pelaksanaan konsolidasi tanah yang dapat terlaksana dengan baik akan menguntungkan semua pihak; masyarakat untung, pemerintah untung, lingkungan tertata rapi yang pada gilirannya akan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Ringkasan Instrumen penyediaan tanah untuk pembangunan, Dokumen Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Kuliah Manajeman Lahan Kota, 13 Nov 2013,

labkom studio lantai 2, 13.06 WIB

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 13 November 2013 in Kuliah, Manajemen Lahan Kota, Semester V

 

One response to “Konsolidasi Lahan (Manajeman Lahan Kota)

  1. seo plugin

    19 November 2013 at 06.04

    Hello Web Admin, I noticed that your On-Page SEO is is missing a few factors, for one you do not use all three H tags in your post, also I notice that you are not using bold or italics properly in your SEO optimization. On-Page SEO means more now than ever since the new Google update: Panda. No longer are backlinks and simply pinging or sending out a RSS feed the key to getting Google PageRank or Alexa Rankings, You now NEED On-Page SEO. So what is good On-Page SEO?First your keyword must appear in the title.Then it must appear in the URL.You have to optimize your keyword and make sure that it has a nice keyword density of 3-5% in your article with relevant LSI (Latent Semantic Indexing). Then you should spread all H1,H2,H3 tags in your article.Your Keyword should appear in your first paragraph and in the last sentence of the page. You should have relevant usage of Bold and italics of your keyword.There should be one internal link to a page on your blog and you should have one image with an alt tag that has your keyword….wait there’s even more Now what if i told you there was a simple WordPress plugin that does all the On-Page SEO, and automatically for you? That’s right AUTOMATICALLY, just watch this 4minute video for more information at. Seo Plugin

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: