RSS

Dilematis Pembangunan Apartemen Mahasiswa di Kampung Pogung..(1)

25 Sep

Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan salah satu kampus besar yang ada di Indonesia. Setiap tahun UGM menerima kurang lebih 10.000 mahasiswa dari seluruh penjuru daerah. Hal ini menujukkan permintaan untuk tempat tinggal di sekitar kampus UGM sangat tinggi. Tempat tinggal yang dekat, nyaman, dan aman tentu menjadi idaman oleh kebanyakan mahasiswa. Sementara itu persaingan untuk mendapatkan lahan/tempat tinggal di sekitar Kampus UGM tidaklah mudah. Kondisi lingkungan sekitar kampus UGM yang sudah padat dengan bangunan menjadi pertimbangan awal untuk membangun tempat tinggal yang dekat, aman, dan nyaman. Lalu lintas sekitar Kampus UGM yang padat dengan kendaraan pun seharusnya juga diperhitungkan, terlebih dengan kondisi jalanan di sekitar Kampus UGM yang tidak lebar.

Salah satu tempat tinggal yang menyediakan kenyamanan, keamanan, dan jarak dekat dengan UGM adalah apartemen yang akan dibangun di Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman, yaitu Taman Melati Sinduadi. Apatemen ini merupakan proyek dari PT Adhi Persada Properti (APP) yang merupakan tempat tinggal mewah dengan target pemasaran adalah 80% mahasiswa menengah ke atas.

Gambar 1. Lokasi Apartemen

Lokasi Apartemen Taman Melati Sinduadi

Sumber : Google Maps, 2014

Apartemen ini dibangun di pinggir sawah di barat selokan Mataram. Jarak apartemen ke kampus UGM hanya 200 meter yang dilalui oleh jalan lingkungan dengan lebar 3-4 meter. Jalan ini selalu ramai oleh pengendara sepeda motor dan juga mobil, bahkan sering terjadi kemacetan pada jam-jam padat. Apartemen ini direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 4785 m2, yang terdiri dari 14 lantai dengan jumlah unit mencapai 850 (sumber : http://www.Sindonews.com Februari 2014).

Saat ini, rencana pembangunan Apartemen Taman Melati Sinduadi yang tepatnya berada di Jalan Inspeksi Selokan Mataram, Dusun Pogung Kidul, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman tersebut, masih dalam tahap pengajuan ijin mulai dari Ijin Pengeringan Tanah hingga Ijin Pemanfaatan Tanah. Meskipun baru dalam tahap mengajukan ijin, namun tampaknya sudah mulai terlihat aktivitas seperti pembersihan lahan dan perbaikan akses jalan untuk mendukung keberadaan dari apartemen itu sendiri. Disamping belum adanya ijin, pembangunan apartemen ini mendapat penolakan dari beberapa warga, dengan alasan dikhawatirkan dapat memberi dapat negatif bagi lingkungan sekitar diantaranya kemungkinan sumur warga mengering karena dampak pengeboran sumur bawah tanah dari bangunan itu, dampak kemacetan lalu lintas, dan adanya dampak pengunaan lahan yang tidak tepat. Menanggapi isu ini, pihak pengembang telah mengajukan Perijinan AMDAL untuk memastikan apakah benar dapat berdampak negatif bagi lingkungan sekitar. (Sumber : http://www.info-jogja.com September 2014).

Walaupun demikian, pembangunan Apartemen Taman Melati Sinduadi ini masih dilematis. Satu sisi memang akan sangat merugikan sebagaiamana yang telah dijelaskan di atas, akan tetapi disatu sisi lainnya memberikan manfaat dengan tersedianya lebih banyak tempat tinggal yang dekat dengan Kampus UGM. Lantas bagaimana kita harus bersikap?..

 

Bersambung..

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 September 2014 in Planology

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: