RSS

Arsip Kategori: Tauhid

Ringkasan Kajian Tauhid : Keutamaan Tauhid (BAB II)

indexBISMILLAH

Berikut ini merupakan ringkasan kajian bersama Ustad Ikrimah Hafizahullah dalam kajian rutin Ma’had Al Ilmi Yogyakarta dalam pertemuan ke-2.

Dalam bab ini pensyarah Kitab Tauhid menjelaskan bagaiaman hubungan bab ini dengan bab sebelumnya.

Berkata Syeikh Sholeh Al Fauzan, hubungan bab ini dengan bab sebelumnya adalah agar orang yang telah mengetahui Hakikat tauhid maka dia akan bersemangat mempelajari tauhid

1. Mendapatkan keamanan dan petunjuk dunia dan akhirat

Bentuk keamanan dunia adalah, hidupnya akan tentram, dan tidak ada kesedihan. Sedangkan bentuk keamanan di akhirat dibagi menjadi 2 poin

  • Aman dari azab neraka (Mutlak)
  • Keamanan yang nakis, masuk neraka terlebih dahulu sebelum masuk kedalam surga (aman dari kekelalan neraka)

Sedangkan bentuk petunjuk yang akan diberikan oleh orang yang bertauhid adalah, di dunia akan diberikan ilmu dan kemudahan dalam beramal, sedangkan di akhirat akan mendapat petunjuk untuk menuju ke surga, terutama ketika melewati jembatan shiroth.

2. Sebab mendapatkan Surga

Diakhirat orang yang bertauhid dibedakan menjadi 3 golongan, yakni

  • Golongan yang bersih dari dosa (Bid’ah, syirik, dan maksiat)
  • Golongan yang membawa disa, namun kebaikan lebih kuat (dan langsung masuk surge)
  • Golongan yang banyak membawa dosa, dan mampir dulu kedalam neraka

Intinya, oang bertauhid pasti akan masuk kedalam surga. Dalilnya adalah hadits dari

Hadits dari ‘Ubadah bin Ash Shomit, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ ، أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ ، وَرُوحٌ مِنْهُ ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ

Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; begitu juga bersaksi bahwa ‘Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, serta kalimat-Nya (yaitu Allah menciptakan Isa dengan kalimat ‘kun’, -pen) yang disampaikan pada Maryam dan ruh dari-Nya; juga bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya; maka Allah akan memasukkan-Nya dalam surga apa pun amalnya.” (1)

Dijelaskan oleh imam an nawawi, dalam hadits ini ada 5 persaksian yang mulia, yaitu bersaksi bahwa tidak ada sekutu bagi Allah, Muhammad hamba dan rasulNya, isa adalah hamba dan rasulNya, Isa diciptakan dengan kalimat “Kun” melalui rahim Maryam, dan surga dan neraka adalah benar adanya.

Faedah disebutkan “hamba” pada Nabi Isa dan Muhammad menunjukkan tidak boleh ghuluw (berlebih-lebihan) kepada mereka berdua karena mereka berdua adalah Hamba Allah, dan disebutkannya “Rasul” menujukkan bahwa mereka adalah manusia pilihan Allah yang Allah lebihkan dari manusia lainnya.

3. Sebab selamat dari neraka

Dibagi menjadi 2 rincian

  • Sama sekali bebas dari neraka
  • Selamat dari kekekalan neraka

Dalilnya adalah dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari ‘Itban bin Malik bin ‘Amr bin Al ‘Ajlan Al Anshari, Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda,

فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ . يَبْتَغِى بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ

Sesungguhnya Allah mengharamkan dari neraka, bagi siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar disembah selain Allah) yang dengannya mengharap wajah Allah” (2)

4. Tauhid sebab mendapatkan ampunan

Dalilnya adalah Rasulullah dalam hadits qudsi pernah berkata:

 قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِي ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ ، وَلاَ أُبَالِي ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً.

Allah tabaraka wa ta’ala berkata, ‘Wahai anak adam! Sesungguhnya jika engkau berdoa kepada-Ku dan mengharapkan-Ku maka Aku akan mengampuni semua apa yang ada pada dirimu dan Aku tidak perduli (seberapa besar dosamu). Wahai anak Adam! Seandainya dosamu sampai setinggi langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (seberapa besar dosamu). Seandainya engkau datang kepada-Ku dengan sepenuh bumi kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), kemudian engkau tidak berbuat syirik terhadapku sedikit pun, maka Aku akan datang sepenuh bumi itu pula dengan pengampunan” (3)

 

_______________________________________________________________

Footnote

(1) HR. Bukhari no. 3435 dan Muslim no. 28 (sumber : yufid.com)

(2) HR. Bukhari no. 425 dan Muslim no. 33 (sumber : yufid.com)

(3) HR At-Tirmidzi no. 3540. Hadits ini di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albâni di Shahih At-Tirmidzi (sumber : yufid.com)

Iklan
 

Ringkasan Kitab Tauhid : Kedudukan Tauhid

indexBISMILLAH

Berikut ini merupakan ringkasan kajian bersama Ustad Ikrimah Hafizahullah dalam kajian rutin Ma’had Al Ilmi Yogyakarta pertemuan ke-2 pada tahun 2013.

1. Tauhid adalah hikmah dari peniptaan manusia

Hal ini dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam surah Adz-Zariyat ayat 56,

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS Adz-Dzariayt 56)

Menurut Syeikh Sholeh Al Fauzan, ayat ini menjelaskan makna tauhid sebagai ibadah.

Menurut Syeikh Alu Syaikh ayat ini merupakan pembatasan , yaitu dapat dikeetahui dengan huruf ( ما ) yaitu huruf nafi (mengingkaran) dan kemudian disusul dengan huruf ( لأ ) maka menujukkan pembatasan.

2. Merupakan hikmah dari pengutusan Rasul

Hal ini dijelaskan  oleh Allah Ta’ala dalam surah An-Nahl ayat 36

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul) (QS An-Nahl 36)

3. Adalah perkara pertama yang Allah ta’ala wajibkan

4. Adalah hak Allah ta’ala dari seorang hamba

Hal ini dijelaskan dalam hadits dari Muadz bin Jabal radhiallahu anhu dia berkata:

كُنْتُ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ فَقَالَ يَا مُعَاذُ هَلْ تَدْرِي حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ قَالَ لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا

“Aku pernah membonceng di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diatas seekor keledai yang diberi nama ‘Uqoir lalu Beliau bertanya: “Wahai Mu’adz, tahukah kamu apa hak Allah atas para hamba-Nya dan apa hak para hamba atas Allah?” Aku jawab: “Allah dan Rosul-Nya yang lebih tahu”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya hak Allah atas para hamba-Nya adalah hendankah beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dan hak para hamba-Nya atas Allah adalah seorang hamba tidak akan disiksa selama dia tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun”. Lalu aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah boleh aku menyampaikan kabar gembira ini kepada manusia?” Beliau menjawab: “Jangan kamu beritahukan mereka sebab nanti mereka akan berpasrah saja”. (1)

______________________________________________________________________________________-

Footnote :

(1) HR. Al-Bukhari no. 2644 dan Muslim no. 44 (Sumber : yufid.com)

 

Kitabut Tauhid Bagian 1

Kitabut Tauhid

Bagian 1

Ringkasan kitabut tauhid ini saya ambil dari kajian yang diadakan oleh Ma’had Al Ilmy Yogyakarta pada tanggal 21 September 2013 yang di isi oleh ustad Ikrimah hafizahullah.

HAKIKAT IBADAH

Ibadah haruslah ditujukan hanya kepada Allah Azza Wajalla, menujukan ibadah hanya kepada Allah merupakan tauhid yang benar, sedangkan memalingkannya kepada selain Allah merupakan Syirkun Akbar. Ibadah merupakan segala sesuatu yang Allah perintahkan kepada manusia. Beberapa contoh ibadah adalah (1) Doa, Doa merupakan ibadah, maka menujukan doa kepada Allah merupakan jalan Tauhid yang lurus sedangkan berdoa kepada selainnya merupakan Syirkun Akbar. (2) Khauf (perasaan takut) Takut haruslah hanya kepada Allah, maka takut kepada selainNya melebihi takut kepada Allah merupakan Syirkun Akbar. (3) Menyemblih, barangsiapa yang menyemblih kurban untuk selain Allah maka ia telah melakukan syirkun Akbar. (4) Bernadzor, siapa saja yang bernadzor kepada selain Allah maka ia telah melakukan Syirkun Akbar. Untuk poin 1 dan 2 akan ada pejelasan rinci yang akan dijelaskan pada tulisan selanjutnya insyAllah. Ibadah yang ini hanyalah sebagai contoh, masih banyak lagi ibadah-ibadah yang ada dalam islam. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 22 September 2013 in Tauhid