RSS

Arsip Kategori: Planology

Dilematis Pembangunan Apartemen Mahasiswa di Kampung Pogung..(1)

Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan salah satu kampus besar yang ada di Indonesia. Setiap tahun UGM menerima kurang lebih 10.000 mahasiswa dari seluruh penjuru daerah. Hal ini menujukkan permintaan untuk tempat tinggal di sekitar kampus UGM sangat tinggi. Tempat tinggal yang dekat, nyaman, dan aman tentu menjadi idaman oleh kebanyakan mahasiswa. Sementara itu persaingan untuk mendapatkan lahan/tempat tinggal di sekitar Kampus UGM tidaklah mudah. Kondisi lingkungan sekitar kampus UGM yang sudah padat dengan bangunan menjadi pertimbangan awal untuk membangun tempat tinggal yang dekat, aman, dan nyaman. Lalu lintas sekitar Kampus UGM yang padat dengan kendaraan pun seharusnya juga diperhitungkan, terlebih dengan kondisi jalanan di sekitar Kampus UGM yang tidak lebar.

Salah satu tempat tinggal yang menyediakan kenyamanan, keamanan, dan jarak dekat dengan UGM adalah apartemen yang akan dibangun di Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman, yaitu Taman Melati Sinduadi. Apatemen ini merupakan proyek dari PT Adhi Persada Properti (APP) yang merupakan tempat tinggal mewah dengan target pemasaran adalah 80% mahasiswa menengah ke atas.

Gambar 1. Lokasi Apartemen

Lokasi Apartemen Taman Melati Sinduadi

Sumber : Google Maps, 2014

Apartemen ini dibangun di pinggir sawah di barat selokan Mataram. Jarak apartemen ke kampus UGM hanya 200 meter yang dilalui oleh jalan lingkungan dengan lebar 3-4 meter. Jalan ini selalu ramai oleh pengendara sepeda motor dan juga mobil, bahkan sering terjadi kemacetan pada jam-jam padat. Apartemen ini direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 4785 m2, yang terdiri dari 14 lantai dengan jumlah unit mencapai 850 (sumber : http://www.Sindonews.com Februari 2014).

Saat ini, rencana pembangunan Apartemen Taman Melati Sinduadi yang tepatnya berada di Jalan Inspeksi Selokan Mataram, Dusun Pogung Kidul, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman tersebut, masih dalam tahap pengajuan ijin mulai dari Ijin Pengeringan Tanah hingga Ijin Pemanfaatan Tanah. Meskipun baru dalam tahap mengajukan ijin, namun tampaknya sudah mulai terlihat aktivitas seperti pembersihan lahan dan perbaikan akses jalan untuk mendukung keberadaan dari apartemen itu sendiri. Disamping belum adanya ijin, pembangunan apartemen ini mendapat penolakan dari beberapa warga, dengan alasan dikhawatirkan dapat memberi dapat negatif bagi lingkungan sekitar diantaranya kemungkinan sumur warga mengering karena dampak pengeboran sumur bawah tanah dari bangunan itu, dampak kemacetan lalu lintas, dan adanya dampak pengunaan lahan yang tidak tepat. Menanggapi isu ini, pihak pengembang telah mengajukan Perijinan AMDAL untuk memastikan apakah benar dapat berdampak negatif bagi lingkungan sekitar. (Sumber : http://www.info-jogja.com September 2014).

Walaupun demikian, pembangunan Apartemen Taman Melati Sinduadi ini masih dilematis. Satu sisi memang akan sangat merugikan sebagaiamana yang telah dijelaskan di atas, akan tetapi disatu sisi lainnya memberikan manfaat dengan tersedianya lebih banyak tempat tinggal yang dekat dengan Kampus UGM. Lantas bagaimana kita harus bersikap?..

 

Bersambung..

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 September 2014 in Planology

 

Penataan Kota islam– (1)

affSalah satu ciri pusat kota islam pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alayhi wassalam di madinah adalah, Pembangunan 4 unsur pokok, yaitu (1). Masjid Jami’ (Masjid Nabawi) (2). Kediaman pemimpin yang berdekatan dengan masjid jami’ (3). Perumahaan rakyat disekitarnya, dan (4) Pasar. Keempat elemen ini merupakan poros dalam pembangunan pusat kita islam pertama, yaitu Madinah.

Ketika Rasullah shallallahu ‘alayhi wassalam dan para Sahabat radhiyallahu ‘anhum hijrah ke madinah, maka Rasulullah shallallahu ‘alayhi wassalam kemudian mendirikan Masjid Nabawi diatas tanah yang dibeli dari Sahal dan Suhail bin ‘Amru, keduanya anak yatim yang diasuh oleh Muadz bin Afra’ Sahl. Maka ketika masjid Nabawi selesai dibangun, tempat ini yang menjadi poros pengembangan islam Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 April 2014 in Planology

 

Urgensi Perencanaan Permukiman Jawa Barat dan Metode Perencanaan

jabarPermukiman saat ini menjadi tranding topic pada setiap perencanaan di Indonesia, terutama kota-kota besar yang memiliki tingkat kepadatan tinggi. Kepadatan tinggi muncul akibat jumlah penduduk yang kian meningkat sedangkan ketersediaan lahan tidak bertambah. Hal ini menjadi ancaman serius terhadap perkembangan suatu kota/wilayah karena banyak permasalahan yang akan ditimbulkan, salah satunya adalah masalah Permukiman.

Berbagai permasalahan permukiman akan muncul apabila tidak adanya perencanaan, seperti kesemerawutan bangunan, rawan bencana alam, pertumbuhan permukiman pada daerah terlarang, dan permukiman kumuh yang saat ini menjadi berita hangat pada setiap perencanaan permukiman di Indonesia. Luas kawasan kumuh di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat dan tersebar di hampir seluruh wilayah di Indonesia terutama kota-kota besar. Hal ini tentu mengkhwatirkan karena dampak dari kawasan kumuh sangat banyak, tidak hanya terhadap kawasan di dalamnya, akan tetapi juga terhadap kawasan disekitarnya. Maka perencanaan permukiman menjadi suatu hal wajib agar terciptanya lingkungan kota/wilayah yang baik. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Januari 2014 in Planology

 

Permukiman Jawa Barat 2012

jabarKawasan permukiman menurut RTRW Propinsi Jawa Barat adalah kawasan yang dapat digunakan untuk permukiman yang aman dari bahaya bencana alam, buatan manusia, sehat, dan mempunyai akses untuk kesempatan berusaha. Secara ruang apabila digunakan untuk kegiatan permukiman maka akan memberi manfaat mendayagunakan prasarana dan sarana permukiman, meningkatkan kegiatan ekonomi sekitarnya, tidak mengganggu fungsi lindung, tidak mengganggu sumber daya alam, meningkatkan pendapatan nasional/daerah, menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Permukiman menurut undang-undang nomor 1 tahun 2011 adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Januari 2014 in Planology

 

Kawasan Kumuh..(1)

slum-mumbai1Kawasan kumuh atau yang lebih dikenal slum area saat ini menjadi tranding topik dalam setiap penataan perkotaan di Indonesia.  Luas kawasan kumuh di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat dan tersebar di hampir seluruh wilayah di Indonesia terutama kota kota besar. Hal ini tentu mengkhwatirkan karena dampak dari kawasan kumuh sangat banyak, tidak hanya terhadap kawasan di dalamnya, akan tetapi juga terhadap kawasan disekitarnya. Perencanaan untuk mengatasi kawasan kumuh pun sangat sulit karena budaya sosial masyarakat yang telah berkembang lama menjadikan rasa memiliki yang begitu tinggi walaupun bukan lahan yang diperuntukan untuk pemukiman oleh pemerintah. Lantas bagaimana kita harus bersikap ? Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Januari 2014 in Planology

 

Konsep Pengembangan Wilayah

Konsep pengembangan wilayah dimaksudkan untuk memperkecil kesenjangan pertumbuhan dan ketimpangan kesejahteraan antar wilayah. Untuk itu pengertian wilayah menjadi penting dalam pembahasan ini. Menurut PPRI No. 47/1997 yang dimaksudkan dengan wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur yang terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional tertentu.
Jadi pengembangan wilayah merupakan usaha memberdayakan pihak terkait (stakeholders) di suatu wilayah dalam memanfaatkan sumberdaya dengan teknologi untuk memberi nilai tambah (added value) atas apa yang dimiliki oleh wilayah administratif/wilayah fungsional dalam rangka meningkatkan kualitas hidup rakyat di wilayah tersebut. Dengan demikian dalam jangka panjangnya pengembangan wilayah mempunyai target untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Cara mencapainya bersandar pada kemampuan sumberdaya manusia dalam memanfaatkan lingkungan sekitar dan daya tampungnya serta kemampuan memanfaatkan peralatan pendukung (instrument) yang ada. Dengan target tersebut dirancang skenario-skenario tertentu agar kekurangan-kekurangan yang dihadapi dapat diupayakan melalui pemanfaatan Read the rest of this entry »
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 November 2013 in Kuliah, Planology

 

Keahlian yang harus dimiliki untuk seorang Analisis Wilayah

wilayahBeberapa teknik analisis yang harus dimiliki seorang perencana wilayah diantaranya (Tarigan, R., 2009):

1. Teori lokasi, yang membahas berbagai prinsip yang terkait dengan lokasi, utamanya pengaruh jarak terhadap tingkah laku manusia. Intinya adalah penerapan prinsip-prinsip ekonomi yang terkait dengan jarak dan ruang, pengetahuan bidang potensi lahan, kesesuaian lahan/kemampuan lahan (daya dukung lahan);
2.  Dasar-dasar ekonomi pembangunan dan ekonomi regional sebagai suatu pengetahuan akan prinsip-prinsip yang digunakan manusia untuk berusaha memenuhi kebutuhannya yang terkait dengan ruang. Hal ini dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membuat pilihan yang tepat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi wilayah. Hal-hal yang perlu dikuasai antara lain pengetahuan tentang kebijakan-kebijakan umum pembangunan ekonomi, nilai tambah (added value), akuntansi regional, dan berbagai teori tentang pertumbuhan ekonomi regional, yang sebagian diambil dari teori ekonomi pembangunan tetapi telah dimodifikasi untuk menganalisis ekonomi wilayah seperti: teori ekonomi klasik, teori Harrod-Domar, teori neoklasik, teori basis ekon Read the rest of this entry »
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 November 2013 in Kuliah, Planology